Baiklah, inilah kisah pendek bergaya dracin absurd yang kamu minta: **Aku Mencintaimu di Masa Lalu, Tapi Dendamku Lebih Kuat dari Waktu** Dunia kami adalah pecahan kaca. Aku, Li Wei, hidup di era di mana mentari enggan bersinar, digantikan lampu neon kota yang berkedip seperti janji palsu. Sinyal *putus-putus*, chat tergantung di 'sedang mengetik'—seperti hatiku, selalu menunggu balasan dari masa lalu. Di masa lalu itu, ada dia: Jiang Chen, seorang pemuda dari dinasti yang lupa namanya. Dia mengirimiku syair cinta lewat asap dupa dan lukisan burung bangau yang terbang ke arah yang salah. Absurd, bukan? Kami terhubung melalui retakan waktu, sebuah BUG dalam matriks kehidupan. Aku melihatnya di pantulan layar ponselku, siluetnya muncul di tengah badai data. Dia melihatku di mimpi-mimpinya, suara *kresek* statis radio yang membawa pesan dariku. Kami saling mencintai, anehnya. Tapi, cinta kami berakar di tanah yang sama: _DENDAM_. Keluarganya, dinasti yang berkuasa, membantai keluargaku. Aku, di masa depan, lahir dengan misi menghapus jejak mereka dari sejarah. Ironisnya, aku jatuh cinta pada salah satu dari mereka. "Aku mencintaimu, Li Wei," bisiknya, suaranya pecah oleh distorsi waktu. "Aku juga, Jiang Chen," balasku, air mata digital menetes di pipiku. "Tapi dendamku... dendamku membakar lebih terang dari semua bintang." Aku *terus* berusaha mengubah sejarah. Setiap sentuhan layar, setiap baris kode, menghapus eksistensinya sedikit demi sedikit. Dia merasakan sakitnya, setiap goresan tinta yang menghilang, setiap kenangan yang terhapus. Namun, semakin aku berusaha melenyapkannya, semakin kuat dia muncul dalam ingatanku. Lukisan burung bangau itu, syair cinta itu, senyumnya yang polos—terukir dalam memoriku seperti tato permanen. Lalu, aku menemukan rahasia aneh ini: Cinta dan dendam kami adalah satu putaran *MOBIUS*, lingkaran tanpa akhir. Jiang Chen adalah reinkarnasiku sendiri. Aku menghukum dirinya karena kesalahan yang kulakukan di kehidupan sebelumnya. Kami hanyalah _ECHO_ dari kehidupan yang tak pernah selesai. Dua sisi mata uang yang sama, terjebak dalam lingkaran waktu yang absurd. Di saat terakhir, saat dunia di sekitarku mulai runtuh, saat chat terakhir Jiang Chen tiba "Aku mengerti"... aku hanya bisa membalas: ...Jangan lupakan aku, bahkan jika itu satu-satunya cara untuk membuatmu bahagia....
You Might Also Like: Consulado Movil En Chicago Agendate
Post a Comment