Wajib Baca! Senyum Yang Mati Di Balik Tirai Putih

Senyum yang Mati di Balik Tirai Putih

Malam itu, Guqin memecah kesunyian Paviliun Bulan. Nadanya lirih, sepedih kisah yang terukir di balik tatapan kosong Lian Mei. Tirai putih sutra berayun lembut, menyembunyikan sebagian wajahnya, namun tak mampu menyembunyikan kekosongan di matanya.

Lima tahun lalu, Lian Mei adalah tunangan Wei Li, pewaris tunggal keluarga Wei yang kaya raya. Lima tahun lalu, senyumnya adalah mentari bagi seluruh keluarga. Lima tahun lalu, dunianya runtuh saat melihat Wei Li berciuman dengan Lin Yue, sahabat terdekatnya, di bawah pohon sakura yang sedang bermekaran.

Bukan amarah yang meledak. Bukan air mata yang mengalir deras. Lian Mei hanya diam. DIAM. Diam bukan karena lemah, tapi karena mengetahui sebuah rahasia yang jauh lebih besar, sebuah rahasia yang bisa menghancurkan keluarga Wei jika terungkap. Rahasia tentang warisan terlarang dan dendam masa lalu.

Orang-orang menganggapnya gila. Mereka mencibirnya, mengira dia sakit hati dan kehilangan akal sehat. Wei Li menikahi Lin Yue, dan Lian Mei, dengan hati remuk redam, mengasingkan diri di Paviliun Bulan, bermain Guqin hingga larut malam.

Namun, di balik melodi melankolis itu, ada rencana yang perlahan dirajut. Lian Mei tahu, balas dendam terbaik bukanlah dengan pedang dan darah, tapi dengan membiarkan roda takdir berputar dengan sendirinya.

Misteri kecil mulai muncul. Keuangan keluarga Wei yang dulunya stabil, perlahan tapi pasti, mulai merosot. Bisnis mereka yang gemilang, satu per satu, mengalami kegagalan. Rumor beredar tentang kutukan dan karma buruk.

Lin Yue, yang dulunya anggun dan bahagia, kini dipenuhi kecurigaan dan ketakutan. Dia melihat bayangan Lian Mei di setiap sudut rumah, mendengar bisikan Guqin di setiap malam. Dia tahu, meskipun Lian Mei diam, dia tetap menjadi ancaman nyata.

Semua terungkap di malam ulang tahun Wei Li yang ke-30. Lian Mei, dengan gaun putihnya yang sederhana, datang membawa kotak kecil berukir naga. Di dalamnya, bukan hadiah, tapi bukti. Bukti tentang Wei Li yang telah mengkhianati perjanjian klan, bukti tentang warisan terlarang yang telah dia langgar.

Keluarga Wei hancur di malam itu. Wei Li kehilangan segalanya: kekayaan, kehormatan, dan bahkan Lin Yue, yang meninggalkannya dalam keputusasaan. Lian Mei, berdiri di ambang Paviliun Bulan, melihat semua itu terjadi dengan tatapan dingin.

Dia tidak melakukan apa pun. Dia hanya membiarkan takdir melakukan tugasnya. Rahasia yang dia simpan rapat-rapat, kini bebas, membawa kehancuran bagi mereka yang telah mengkhianatinya.

Guqin kembali berdendang. Nadanya, kali ini, bukan hanya lirih, tapi juga penuh kemenangan yang pahit. Senyum tipis terukir di bibirnya, senyum yang telah mati selama lima tahun, namun kini bangkit kembali, bukan dengan kebahagiaan, tapi dengan rasa puas yang dingin.

Dan saat tirai putih itu kembali berayun, menyembunyikan wajahnya sekali lagi, Lian Mei berbisik, "Apakah ini akhir dari dendam, atau justru awal dari penyesalan yang abadi?"

You Might Also Like: Jual Skincare Dengan Kandungan Alami

OlderNewest

Post a Comment